Dan akhirnya diapun tersenyum, setelah diWISUDA


Entah kenapa perasaan itu tambah waktu tambah berdebar… perasaan yang seharusnya bukan terjadi pada aku tetapi seharusnya terjadi pada dia… Dialah cahayaku, orang yang sejak kecil selalu menjadi teman bertengkarku, teman yang selalu menjadi tempat bercurhatku, teman yang selalu menjadi tempat berlindungku.. Dialah mbakku… Ainus Shofa Sani, SHI

Aku-Ibu-Mbak-Zaki-Lek Sul-Firdaus

Perasaan ini berdebar ketika waktu itu aku diharuskan untuk mengikuti undangan sebagai tamu wisudawan mbakku tercinta itu. Rasa senang yang berjuta-juta kali lipatnya berada didadakupun yang tak bisa terbendung.

Lek Imron-Bulek Muna-Mbak-Ibu-Firdaus

Perjalanan waktu itu aku tempuh malam hari… perjalanan ke Kota Reog (Ponorogo) tempat dia menuntut ilmu S1 nya. Tepat satu tahun ini, dia bela-belain untuk kerja sambil kuliah…. Meskipun dengan uang pas-pasan dan jarak yang jauh dari tempat dia bekerja (Krian-Sidoarjo) dia akhirnya tetap bisa untuk menyelesaikan studinya. Hal itulah yang selalu memberiku Inspirasi dan semangat yang membuatku tetap semangat untuk menyelesaikan Studyku di kampus laut biru ini dengan penuh keterbatasan.. Suatu keterbatasan yang seharusnya tidak perlu terjadi jika keegoisan yang terjadi pada mereka. Tapi untungnya salah satu cahayaku yang selalu menyinariku di sepanjang tapak kakiku melangkah selalu hadir. Thanks mbakku 😀

Ok.. kembali lagi ke acara wisuda.. pagi itu yang hadir di acara wisuda mbakku ada aku, adikku Zaki, Ibuku tersayang, Pak Lek Sulkan & Firdaus (my cousin), Pak Lek Imron dan Bulek Muna yang dimana mereka berdua adalah saudaraku dari Ibu yang menampung mbakku di Ponorogo dan menurut aku menampung itu bukan sekedarnya akan tetapi plus2 yang membuat mbakku betah kuliah disana karena dianggap sebagai anak sendiri oleh mereka berdua. Dan untuk Pak Lek Sulkan ini adalah seseorang yang ketika mbakku kerja di Krian, dia ditampung di sana dan dicarikan kerja disana.

Ada sesuatu yang terkadang harus aku ikuti dari pak lek dan bulek di atas, mereka semua membantu selalu tanpa pamrih.. Aku ingat banget saat mbak cerita bahwa wisuda ini sungguh sangat tak terlepas dari bantuan mereka… Ada banyaaaa…..k banget yang itu berupa materi maupun semangat yang layaknya orang tua ke anak. Sungguh beruntung aku punya saudara seperti mereka 😀

Di acara wisuda itu, dari sekian tamu VIP undangan menurutku aku ada satu yang menarik yaitu Bpk Wakil Gubernur Jawa Timur… Kebetulan dia datang di acara tersebut sebagai tamu penting. Ngomong2 soal pondok pesantren ini (Pondok Pesantren Wali Songo, Ngabar, Ponorogo) dibangun sudah berpuluh2 tahun yang lalu… jadi lumayan terkenal sehingga banyak pejabat yang mau mampir ke tempat ini. Aku bisa bilang begini sebab aku meskipun jarang2 main ke kota ini dan khususnya ke Rumah Pak Lek (Pondok Pesantren ini) kira2 sudah 2 pejabat penting yang aku tidak pernah ketemu di kantornya di Surabaya akan tetapi malah di sini di Kota Reog. Dan dari kedua pejabat itu adalah sama2 wakil Gubernur Jawa Timur di 2 periode yang berbeda. Dulu Bpk Soenarjo (beliau kebetulan mengadakan wayang kulit di sini dan beliau sebagai dalangnya) dan sekarang Bpk Syaifullah Yusuf (beliau tamu undangan Wisuda). Beruntung banget aku dapat ketemu orang penting ini 😀

Acara wisuda di Institut ini menurutku dikemas dengan cukup sederhana, akan tetapi dalam kesederhanaan tersebut tetap dibalut akan kualitas… bayangin saja seorang wakil gubernur mau singgah ke acara wisuda ini…

Setelah acara widusa tsb, mbak nggak pengen keburu-buru tuk meninggalkan acara tsb. Dia tetap di gedung tuk mengambil banyaaaaakkkkk banget foto2 ma teman2, sama aku, Pak lek, Ibu, dll yang dia kenal di gedung tersebut…

Setelah acara foto2 selesai kita langsung balik kerumah Pak Lek yang kebetulan rumahnya nggak jauh dari dari tempat wisuda. Kembali lagi ke rumah menurutku seperti kayak tinggal di rumah sendiri.. orang rumah sini selalu membuat tamu2 yang singgah kesini dan khususnya cowok untuk tidak boleh mencampuri segala kesibukan yang ada di dapur… Pokoknya aku beruntung sangat atas peraturan ini. Peraturan yang menjadikan seorang cowok layak seorang raja 😀 Thanks Bulek muna

Aku di sana hanya menginap satu hari. Esok hari langsung pulang.. kebetulan adik sama ibu ke pare dan aku ma mbak ke arah surabaya mengingat besok mbak juga sudah masuk kerja lagi dan termasuk aku.. Ternyata bis yang digunakan waktu itu AC “Restu Jaya” akan tetapi meskipun AC tetap memakai tarif normal.. Ponorogo – Surabaya membutuhkan waktu 5 jam… untuk mbak yang turun di Krian selisih lebih cepat 1 jam… Ada 1 keheranan yang ada dibenakku… Jadi selama hampir satu tahun ini mbak mengurus skripsi sambil kerja.. bolak – balik ponorogo krian ternyata membutuhkan waktu yang lama…. Hmmmm kalau aku entah bisa kuat atau nggak ya… emang mbak ku satu ini “WONDER WOMAN” Salut aku 😀

Saat di dalam bis ini, aku duduknya bersampingan ma mbak jadi ya kita saat selama diperjalanan ngobrol tentang aku dan tentang dia… ada 2 pokok bahasan yang menurutku sangat mendalam… Yang pertama yaitu ternyata kita sama2 kepingin merantau.. adi mbak meskipun sudah kerja akan tetapi dia nggak pengen berhenti sampai disitu saja.. BERJUANG… Dan untuk yang yang kedua ini menurutku sangat memberi tamparan keras dan sekaligus penyemangat ke aku… Aku disuruh cepat2 lulus agar keuangan yang dikelola mbak dapat mengalir ke saudara2 yang lain yaitu adik Zaki yang kebetulan dia nggak kuliah akan tetapi dia lebih memilih langsung kerja setelah lulus SMA. Hal inilah yang menurutku menjadi lebih bersemangat agar apa yang di usulkan mbak dan yang menjadikan semua anggota keluarga minimal Sarjana semua….

Setelah turun di Krian.. aku sendirian & tidak ada teman ngobrol.. disaat itulah aku mulai mencerna apa yang telah kita obrolkan tadi selama di bis.. Aku juga merasa bersalah atas kemoloranku atas studyku ini… akan tetapi aku tetap semangat dan tetap punya semangat untuk memrencanakan kembali semuanya.. Lagian aku molor tetapi banyak kenangan dan pengalaman yang membuatku menjadi lebih dewasa lebih dari sekedar lulusan ST (Sarjana Teknik)

Kenangan itu aku dapat dari UKM yang telah membesarkanku… UKM yang telah memberiku banyak rintangan… UKM yang telah membawaku kemana-mana bahkan membawaku ketempat yang aku yakin tidak semua orang ke sana (Luar Negeri).. UKM SEGUNI.

Selamat mbak atas wisudamu.. menurutku mbak memberiku banyak inspirasi yang selalu membuatku tetap bertahan atas semua terpaan cobaan yang didapat oleh aku dan keluarga kita… I Love U my sista

Alamsyah ^O^

Iklan

4 responses to this post.

  1. Posted by shofa_sani on 15 Mei 2012 at 8:20 am

    Makasih adikQ sayang…love U too,,, 😀

    Balas

  2. Posted by RIZQI on 26 Oktober 2009 at 9:43 am

    MAS KAPAN SIH ONLINENYA….?

    Balas

  3. Posted by nailul muna on 26 Oktober 2009 at 9:36 am

    rasanya terharu bu lek membaca tulisanmu Lam….. betapa kamu bisa dewasa bersikap dan mampu membaca situasi dan kondisi dengan bijak….. selamat berjuang keponakan2ku tersayang, semoga Allah senantiasa menjawab do’a2mu….. Amiiin…. (Lek Muna)

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: