Posts Tagged ‘alamsyah’

Emotion kaskus di Facebook

Hahahaha.. akhirnya nemu juga gan caranya…

Sering kali saat kita mau nulis status atau chat pasti berasa ada yang kurang sebab terkadang didalamnya masih kurang lengkap tanpa adanya suatu emotion yang mewakili bentuk ekspresi kita… Meskipun di chat FB ada emotion dari FB sendiri, akan tetapi tidak dapat dipungkiri kalo emotion tersebut kurang lucu dari pada emotion yang disuguhkan oleh kaskus…

Hahaha … kalo bahas situs satu ini pasti kita akan dibuat tersenyum-senyum bahkan terpingkal-pingkal karena dari setiap post yang disuguhkan pasti dilampiri oleh suatu emotion yang lucu super2 lucu dan banyak sekali pilihannya….

Tapi sekarang emotion kaskus dapat juga dipakai di Facebook… berikut caranya….

  1. Buka Mozilla atau Google Chrome
  2. Download link berikut ini https://addons.mozilla.org/id/firefox/addon/748 lalu install dan klik restart mozilla
  3. Download link berikut ini https://addons.mozilla.org/en-US/firefox/addon/8352 lalu install dan klik restart mozilla
  4. Login Facebook terus klik kanan pada icon grease monkey (letaknya pojok kanan bawah layar) dan klik pada “….script available”
  5. Akan muncul window baru, klik pada “Facebook smiley Kaskus v.1.2” trus klik “install Facebook smiley Kaskus v.1.2”
  6. Kalo nggak ada pake cara alternatif dengan buka link di bawah ini http://userscripts.org/scripts/show/72024 klik button install
  7. Terus kalo sudah diinstal sekarang tinggal restart Mozilla terus bisa dipake deh…
  8. Tapi sayangnya yang jadi lawan kita harus install juga baru bisa dilihat gambarnya…. Ni buktinya pas aku lagi chat ama temenku yang kebetulan dia belum install 😥

Wownet  18 Mei 2010   (05.41-06.40 am)

Alamsyah ^O^


Iklan

Seandainya…. seandainya… seandainya…

Tuntas sudah perjuangan seguni di hari kedua “Surabaya Walikota Cup” tahun ini. Tampak beberapa wajah penyesalan yang menjadi tanda tanya besar kenapa hal ini bisa terjadi….. bukan hanya atlet, cadangan, pelatih, akan tetapi seluruh anggota seguni yang baik senior, alumni, sopir, dan bahkan bapak Hindrajit yang meskipun tidak dapat mengikuti lomba dari hari pertama akan tetapi selalu memantau perkembangan kita (seguni) setiap waktu.

Setelah perjuangan di hari pertama (Sabtu 16 Mei 2010) kemarin dapat dilalui dengan mudah oleh seguni dengan kemenangan yang meninggalkan jauh lawan dibelakang. Ternyata hal yang ditakutkan di hari keduapun terjadi.

“Kalah”…

Kalau membahas kalah, saya yakin tidak ada satupun tim yang menginginkannya. Semua saling berupaya untuk menang. Banyak cara untuk supaya tim menang, ada yang selalu latihan latihan setiap hari entah itu siang ato sore, ada yang mendatangkan pelatih dari luar yang menurut mereka pantas untuk melatihnya, ada yang memberikan konsumsi yang bervariasi yang menumbuhkan rasa betah saat latihan, dan lain sebagainya.

Akan tetapi, bagaimana jika tiap masing2 tim telah melakukan hal yang sama seperti yang dilakukan di atas. Lalu apakah semua menang. Tentu jawabannya TIDAK. Even mana yang ada juara 1 sebanyak lebih dari 1 tim… pasti tidak ada kan…. Yang jelas pasti ada yang menang dan pasti ada yang kalah. Semua terselekasi dengan begitu “Apiknya” lewat sebuah pertandingan yang ternyata ada salah satu faktor yang didalamnya tidak disebutkan ada dalam latihan.

Saya yakin teman2 pasti tahu, pembicaraan ini mengarah kemana.

“MENTAL”

Dari 2 even yang terakhir diikuti seguni, saya lihat mentallah yang berbicara. Kenapa saya tidak membahas teknik yang salah, dayungan yang salah, bla bla bla…. Ha lah… bukan itu yang salah… lawong pas latihan saja bisa kompak dan bagus. Bener nggak!!! Selain itu  tolak ukur yang lain adalah “kalah tipis”… Sebab menurut saya jika kalah kita tipis maka hal yang paling menonjol adalah mental, kecuali jika kalah jauh maka tehnik dan kekuatan yang disalahkan.

Mari kita baca dan renungkan sejenak tulisan saya di atas, jika ada yang memberi komentar… halah mas Alam (saya) ini kritik tok isine, ndi sarane>>>>…. Silahkan, saya tidak akan marah… saya juga akan bersikap dewasa terhadap kritikan yang mengarah ke saya. Tetapi saya juga berharap kalian juga melakukan hal yang sama seperti yang saya lakukan…

Ok-lah, berikut saran dari saya. Mental itu butuh proses… ibarat sebuah pohon yang jika ingin cepet dewasa maka butuh “pupuk” dan “waktu”. Dua kata kunci barusan yaitu “pupuk” dan “waktu” adalah jawabannya. Dari sekian banyak latihan yang hampir setiap hari kita lakukan itulah yang dinamakan “pupuk”, sedangkan “waktu” inilah yang akan mengasah “mental” kalian untuk menjadi semakin lebih baik. Jadi semakin banyak even yang akan kalian ikuti, dengan seiringnya “waktu” tersebut maka “mental” kalian juga akan terasah dengan sendirinya.

Sekian kata-kata dari saya, perjalanan kalian di Seguni masih panjang…. Masih banyak even2 seru yang lain yang masih dapat kalian ikuti dan dimenangkan… Waktu tidak dapat kita ulang, jika sudah semester tua (saya, jay, aziz, hani, agung, dll) atau bahkan alumni (Mas John) maka kesibukan akan bertambah dan fokus ke hal yang lain. Jadi mumpung kalian masih muda cetaklah prestasi dan cetaklah banyak kenangan kebahagiaan dan kekeluargaan yang kita dapatkan dari salah satu UKM yang besar yaitu SEGUNI. Saya mendapatkan hal tersebut dari seguni dan mempersembahkannya ke Seguni…

SEGUNI 3 kali

Wownet  17 Mei 2010   (05.26-06.30 am)

Alamsyah ^O^

Compress file lampiran email tanpa “rar”

Pagi teman – teman…….

Sekedar sharing aja, kemaren kebetulan ada teman maen ke wownet. Kebetulan disana pas ada aku, seperti biasalah saling menyapapun terjadi. Hai… bunga (maaf nama saya samarkan), lagi ngapain? Trus dianya jawab: “Hai alam, ini lho lagi kirim email tuk lamaran pekerjaan tapi kok lama ya!!!” Oh iya, kebetulan dia kemaren barusan wisuda makanya dia akhir-akhir ini sering kirim email lamaran perkerjaan. Terus disitu aku heran, perasaan aku tadi main internet koneksinya lumayan cepet. Aku check ke operatornya juga gak ada apa-apa alias normal aja. Tapi tidak berselang lama kemudian, bungapun manggil aku untuk bantuin dia kirim email.

Langkah pertama yang aku lakukan adalah mengecek koneksi internet di user tersebut dan ternyata tidak ada masalah. Langkah kedua adalah melihat kapasitas file yang akan dilampirkan pada email tersebut. Nah disinilah hal yang paling aku herankan terjadi, sebab file yang akan di lampirkan cukup lumayan besar padahal filenya cuma “WORD” dan tidak lebih dari 10 halaman. Berhubung penasaran maka file tersebut aku buka, dan ternyata di file tersebut banyak sekali gambar scan ijasah, piagam, sertifkat, dsb. Jujur, untuk ukuran lulusan UNA*R masak belum tahu cara untuk meng-compress lampiran email….

Sebenarnya cara compress ini tidak perlu sampai anda lakukan jika: bandwidth anda cukup besar dan anda tahu cara compress file lewat winrar. Tapi kedua alasan tersebut punya kekurangan sendiri-sendiri. Yaitu jika anda paksakan tetap upload lampiran yang berkapasitas besar maka kemungkinan file tersebut sampai tujuan juga cukup lama mengingat kebanyakan pengguna memiliki akun gratis dari yahoo, gmail, ato yang sejenisnya. Dan jika anda pake winrar, hal yang ditakutkan adalah orang yang anda tuju tersebut ternyata “GAPTEK” jadi saat membuka fila winrar tersebut jadi kesulitan dan anda disuruh untuk mengirimkan lagi file aslinya. Ribet kan!!!!

Berikut cara-cara mudah compress file “WORD” yang akan lampirkan di email:

Buka file “WORD” anda terus “klik kiri” tepat pada salah satu gambar yang ada di dalam file tersebut. Maka akan muncul kotak gambar dibawah ini.

  1. Klik “Format” pada icon “Picture Tool”
  2. Klik “Compress Pictures”
  3. Jangan dicentang
  4. Klik “Options” terus ntar langsung kebuka tool “Compression Settings”
  5. Centang yang paling bawah “Email”
  6. Klik “OK”
  7. Klik “OK” lagi
  8. Klik “Save”

Lalu anda bandingkan file yang hasil compressan pasti sangat jauh bedanya. Selamat mencoba.

Wownet  20 April 2010   (05.52-06.55 am)

Alamsyah ^O^

BEC (Mr Kalend)

Nama Mr. atau Pak Kalend mungkin bagi kita mahasiswa yang kursus di Pare terutama bagi mereka yang bener – bener asli Pare saya yakin semua pada kenal. Dia merupakan pioner yang menyebabkan kenapa kota kecilku ini (Pare) menjadi terkenal akan bahasa inggrisnya. Lelaki kelahiran Kutai, 20 Februari 1945 ini pertama kali yang mendirikan tempat kursusan di Pare dengan nama BEC (Basic Engglish Course). BEC ini berlokasi di Jalan Anyelir,  Singgahan, Pare dan berdiri sejak 1977.

Ada 3 alternatif Perjalanan:

Dari Kota Kediri: Anda naik bus dengan jurusan surabaya tetapi yang lewat Pare (perlu diingat) trus ntar bilang ke kondekturnya turun BEC (Pare) jaraknya kira – kira 30 km dengan jarak tempuh normal 30 menit dengan membayar hanya 3 ribu saja. Trus anda setelah diturunkan dari bis, anda hanya cukup berjalan kaki (100 meter) dan untuk tahu lokasinya, anda bisa tanya warga sekitar.

Daru Kota Surabaya: Naik bis jurusan Kediri atau Blitar tetapi yang lewat Pare (perlu diingat). Trus bilang ke kondekturnya turun Perempatan Tulungrejo / Mahesa. Dan setelah itu anda naik becak dengan hanya membayar 5-10 ribu. Murah kan… !!!! Untuk bis tadi anda cukup membayar 13-14 ribu dengan jarak tempuh normal 3 jam. Perlu dingat bahwa bis untuk yang lewat Pare tidak ada yang 24 jam, Terminal Utama (Kediri dan Surabaya) paling pagi dari jam 2-3 pagi dan terakhir kira-kira jam 7 malam. Tetapi jika anda naik sepeda motor maka anda keluar surabaya terus ambil jurusan Jombang trus dari Jombang belok kiri ke arah kota Pare.

Daru Kota Malang: Naik bis jurusan Kediri (perlu diingat). Trus bilang ke kondekturnya turun Perempatan Tulungrejo / Mahesa terus langkahnya sama seperti yang dari surabaya di atas… Untuk bayar Bis hanya 11-13 ribu saja…

Biaya kost:

Untuk tempat cos murah kok teman-teman hanya sekitar 40-100rb perbulan, tetapi jika menrut anda terlalu murah, teman-teman juga bisa tinggal hotel kok.. kebetulan Pare meskipun kota kecil tetapi banyak berdiri hotel (Tetap i bukan Hotel Plus lho 😛. Saran buat teman-teman, usahakan cari cos yang punya program khusus didalamnya, contoh: Engglish Area. Dijamin dech teman-teman lebih cepat meresap belajar bahasa inggrisnya :-D. Untuk makan menurutku masih sesuai sama tempatnya yang masih pedesaan jadi bisa dipastikan masih sangat murah. Sekitar 3-5 ribu saja… 🙂

ATM yang ada: untuk ATM, teman-teman jangan kuatir sebab banyak yang sudah ada. Misalnya: BRI, BNI, Bank Mandiri, Bank BCA, Bank Jatim, dll

Tempat Cangkrukan / Nongkrong: Taman/Perempatan Tugu Garuda (Ini yang paling dekat, jarak 300m), Taman Tamrin/Alun-Alun Pare (terkenal saat malam minggu & pagi hari saat kota Pare masih sepi-sepinya, jarak 2km), Masjid An-Nur (Masjid terbesar di Pare, jarak 1km), Candi Suruwuno dan Candi Tegowangi (Jarak 8-10km), Monumen SLG/ Simpang Lima Gumul (Monumen kebanggan kota Kediri, jarak 20km), dan masih banyak yang lainnya. Di Pare juga banyak berdiri Cafe yang pas banget buat ngobrol plus makan yang bemacam-macam makanannya dan yang pasti juga murah (sering dibuat juga pacaran dan ketemu teman-teman lama (seperti saya ketemuan sama teman-teman SMA saya + mantan juga. hehehehe :-P). Tetapi bagi teman-teman yang lagi bokek, maka anda bisa maen kerumahku…. ntar aku kasih makan gratis dech… (InsyaAllah jika ibu lagi masak 😛, jarak 1-2km).

Waduh…… kok tulisanku pada ngelantur gitu sampe lupa tujuan utama…..

Satu lagi tentang BEC, disini kehidupannya sangat sederhana jadi anda sekalian jangan terrlalu membayangkan yang terlalu tinggi. Tetapi menurut saya hal itulah yang membuat kota Pare (khususnya BEC) menjadi tidak Matre (Mata Duwitan/Gila Uang) dan tetap terkenal akan kesederhaannya sampai sekarang ini…

Ok lah teman-teman cukup sekian tulisan saya kali ini, saya minta maaf jika ada yang salah dan mohon commentnya untuk membenarkannnya.Untuk BEC itu sendiri silahkan anda klik disini untuk mengetahui lebih lanjut. Terima Kasih…

Alamsyah ^O^