Posts Tagged ‘arek pare’

Perpanjang Passport di Imigrasi Batam (2013)

Hai rekan-rekan semua, sudah lama sekali saya tidak pernah utak-atik blog saya ini. Mungkin ini adalah tulisan saya yang pertama semenjak saya kerja di Batam persis di bulan saat saya wisuda.

Ditulisan saya yang pertama ini saya mau menceritakan pengalaman saya disaat saya memperpanjang passport di Imigrasi Batam karena telah habis jatuh tempo:

  1. Hari pertama: Pertama-tama kita ambil blangko/map di kantor imigrasi disaat jam kerja. Dipengambilan map ini kita tidak perlu datang pagi-pagi sebab disaat mengambil tidak butuh persyaratan apa-apa, jadi dipastikan tidak bakalan antri. itupun kalau kita repot bisa kita minta tolong ke orang lain untuk mengambilkannya. Oia, pengambilannya gratis dan pastikan isinya lengkap sebelum kita pergi meninggalkan tempat imigrasi dan kita sekalian tanya apa saja yang harus kita bawa atau siapkan saat pengembalian map tadi.
  2. Setelah dapat map maka kita bisa langsung mengisinya dengan mengikuti contoh pengisian formulir yang benar yang telah disediakan. Ingat: waktu kita mengisi harus pakai tulisan dengan tinta hitam dan jelas dan tidak boleh ada stipo/penghapus tinta di tulisan kita. Dan kalaupun kita ada yang bingung akan salah satu item yang ada di formulir tersebut kita bisa kosongkan dan kita bisa tanyakan ke petugas saat pengembalian map tersebut. Akan tetapi kalau saat pengambilan MAP kita tidak mengambil sendiri maka kita jangan lupa menyuruh orang yang mengambil map tersebut untuk memFoto contoh pengisian formulir yang telah disediakan, hal ini bertujuan agar disaat kita mengisi dirumah, kita tidak bingung untuk mengisinya.
  3. Antri passportHari kedua: Disaat pengembalian formulir, usahakan untuk datang pagi-pagi (pengalaman saya datang di imigrasi jam 6 pagi) agar kita tidak perlu antri lama-lama disaat proses di dalam kantor berlangsung. Kebetulan di Batam ini kreatif, disaat jam 6 belum buka gate imigrasinya maka kita bisa antri di depan gate tanpa berdiri, akan tetapi antrinya bisa diwakilkan oleh helm kita (lihat gambar di atas). Nanti jam 8 gate akan terbuka dan kita langsung berdiri menggantikan posisi dimana kita letakkan helm kita(kalau anda mengikuti saran saya maka saya bisa pastikan jam 9 pagi maka urusan kita akan bisa selesai). Setalah kita berdiri antri maka kita akan dapat nomor antrian yang akan memanggil kita untuk kelengkapan + pengembalian formulir kita (lihat gambar di bawah).IMG00033-20130227-1046
  4. Disaat pengembalian formulir, pastikan semua sudah diisi tapi kalaupun ada beberapa item yang bingung, saran saya jangan diisi dulu sebab nanti kita dibantu + dicek kelengkapannya oleh petugas. Selain map, ada item-item lain yang harus kita bawa sebagai pelengkapnya, diantaranya: KTP Asli + Kartu Keluarga Asli (harus sama antara nama + alamatnya antara KK dan KTP), Passport Lama Asli, 1 buah Materai 6000, Ijazah terakhir Asli /Akte Kelahiran Asli (salah satu saja), Buku Nikah (kalau sudah nikah), 2 lembar KTP Fotokopi yang di zoom dan di taruh di 1 lembar utuh kertas A4 dan hanya 1 sisi (jangan bolak-balik) jadi waktu kita fotokopi pastikan kita bilang ke petugas fotokopinya untuk membuat di kertas A4 utuh dan hanya 1 halamannya yang dipakai untuk kedua sisi dari KTP kita, 1 lembar Fotokopi KK yang jelas dan bisa dibaca, 1 lembar Fotokopi Passport Lama yang jelas dan bisa dibaca, 1 lembar Fotokopi Ijazah terakhir / Akta Kelahiran (pilih salah satu saja) yang jelas dan bisa dibaca, 1 lembar Fotokopi Buku Nikah (bagi yang sudah nikah) yang jelas dan bisa dibaca. Setelah sampai nomor urut kita terpanggil maka kita kembalikan Map + kelengkapan yang sebutkan diatas maka kita akan mendapat nomor urut lagi untuk hari berikutnya (lihat gambar dibawah).IMG00035-20130227-1105
  5. Hari ketiga: Dihari ini kita diharapkan datang seperti di hari kedua sebab antrian disini hampir sama dengan hari kedua. Setelah anda antri, silahkan untuk menunjukkan/mengumpulkan nomor antrian yang diberi di hari kedua (lihat gambar di atas). Setelah kita mengumpulkan dipetugas maka kita akan dapat kertas nomor antrian sebanyak 2 lembar. Lembar pertama akan dipanggil dan kita akan menuju loket pembayaran, siapkan uang Rp. 255.000,- dengan uang pas. Setelah selesai maka tunggu lagi sampai ada pemanggilan nomor urut di kertas kedua dan kita langsung menuju ke ruangan khusus foto+wawancara. Di ruangan khusus foto, kita tunggu sampai nama kita dipanggil dan kita menuju loket foto dan setelah selesai foto kita menunggu lagi untuk wawancara. Di wawancara ini pastikan data-data kita benar agar tidak ada kesalahan, jangan lupa untuk menunjukkan KTP+KK+Buku Nikah+Akte Lahir/Ijazah Teakhir, semua ASLI. Diwawancara ini hanya menyakan nama, tgl lahir, alamat, nama ibu, dll, pokoknya pertanyaan mudah jika itu adalah orang aslinya. Setelah selesai wawancara maka kita diberi tanda/bukti kertas untuk pengambilan passport baru setelah 4hari kerja setelahnya.
  6. Hari keempat: dihari keempat ini, kita tidak perlu datang pagi-pagi seperti hari-hari sebelumnya sebab tidak akan antri karena hanya pengambilan saja. Buka dari jam 10 pagi sampai 3 sore. Setelah datang langsung menuju loket dan tunggu sebentar lalu akan dipanggil nama kita dan kita menuju loket lagi dan mengambil passport baru kita sambil tanda tangan di buku daftar pengambilan passport. Setelah passport kita pegang, jangan pergi dulu tetapi kita cek semua data kita di passport, apakah semua sudah benar atau salah, kalau benar bisa pulang, tapi kalau salah silahkan tanya ke petugasnya.

Mudah kan teman-teman, tujuan saya menulis pengalaman ini agar jumlah Calo menurun. Saya terkadang heran, kenapa orang mau bayar lebih (sekitar minimal 600rb-an) kepada calo, padahal jika ikuti aturan main dari imigrasi maka kita tidak akan dipersulit. Terkadang kita jarang mau membaca atau mempersiapkan semuanya sebelum kita membuat passport, makanya semua proses menjadi lama sebab dari kita sendiri yang kurang bisa mengikuti aturan mainnya. Stop Calo untuk Indonesa yang lebih baik (Negara yang penduduknya lupa kalau ada 2 hurif “i” di nama negaranya sendiri).

Batam  31 Maret 2013   (10.00 – 11.50 am)

Alamsyah ^O^

Compress file lampiran email tanpa “rar”

Pagi teman – teman…….

Sekedar sharing aja, kemaren kebetulan ada teman maen ke wownet. Kebetulan disana pas ada aku, seperti biasalah saling menyapapun terjadi. Hai… bunga (maaf nama saya samarkan), lagi ngapain? Trus dianya jawab: “Hai alam, ini lho lagi kirim email tuk lamaran pekerjaan tapi kok lama ya!!!” Oh iya, kebetulan dia kemaren barusan wisuda makanya dia akhir-akhir ini sering kirim email lamaran perkerjaan. Terus disitu aku heran, perasaan aku tadi main internet koneksinya lumayan cepet. Aku check ke operatornya juga gak ada apa-apa alias normal aja. Tapi tidak berselang lama kemudian, bungapun manggil aku untuk bantuin dia kirim email.

Langkah pertama yang aku lakukan adalah mengecek koneksi internet di user tersebut dan ternyata tidak ada masalah. Langkah kedua adalah melihat kapasitas file yang akan dilampirkan pada email tersebut. Nah disinilah hal yang paling aku herankan terjadi, sebab file yang akan di lampirkan cukup lumayan besar padahal filenya cuma “WORD” dan tidak lebih dari 10 halaman. Berhubung penasaran maka file tersebut aku buka, dan ternyata di file tersebut banyak sekali gambar scan ijasah, piagam, sertifkat, dsb. Jujur, untuk ukuran lulusan UNA*R masak belum tahu cara untuk meng-compress lampiran email….

Sebenarnya cara compress ini tidak perlu sampai anda lakukan jika: bandwidth anda cukup besar dan anda tahu cara compress file lewat winrar. Tapi kedua alasan tersebut punya kekurangan sendiri-sendiri. Yaitu jika anda paksakan tetap upload lampiran yang berkapasitas besar maka kemungkinan file tersebut sampai tujuan juga cukup lama mengingat kebanyakan pengguna memiliki akun gratis dari yahoo, gmail, ato yang sejenisnya. Dan jika anda pake winrar, hal yang ditakutkan adalah orang yang anda tuju tersebut ternyata “GAPTEK” jadi saat membuka fila winrar tersebut jadi kesulitan dan anda disuruh untuk mengirimkan lagi file aslinya. Ribet kan!!!!

Berikut cara-cara mudah compress file “WORD” yang akan lampirkan di email:

Buka file “WORD” anda terus “klik kiri” tepat pada salah satu gambar yang ada di dalam file tersebut. Maka akan muncul kotak gambar dibawah ini.

  1. Klik “Format” pada icon “Picture Tool”
  2. Klik “Compress Pictures”
  3. Jangan dicentang
  4. Klik “Options” terus ntar langsung kebuka tool “Compression Settings”
  5. Centang yang paling bawah “Email”
  6. Klik “OK”
  7. Klik “OK” lagi
  8. Klik “Save”

Lalu anda bandingkan file yang hasil compressan pasti sangat jauh bedanya. Selamat mencoba.

Wownet  20 April 2010   (05.52-06.55 am)

Alamsyah ^O^

BEC (Mr Kalend)

Nama Mr. atau Pak Kalend mungkin bagi kita mahasiswa yang kursus di Pare terutama bagi mereka yang bener – bener asli Pare saya yakin semua pada kenal. Dia merupakan pioner yang menyebabkan kenapa kota kecilku ini (Pare) menjadi terkenal akan bahasa inggrisnya. Lelaki kelahiran Kutai, 20 Februari 1945 ini pertama kali yang mendirikan tempat kursusan di Pare dengan nama BEC (Basic Engglish Course). BEC ini berlokasi di Jalan Anyelir,  Singgahan, Pare dan berdiri sejak 1977.

Ada 3 alternatif Perjalanan:

Dari Kota Kediri: Anda naik bus dengan jurusan surabaya tetapi yang lewat Pare (perlu diingat) trus ntar bilang ke kondekturnya turun BEC (Pare) jaraknya kira – kira 30 km dengan jarak tempuh normal 30 menit dengan membayar hanya 3 ribu saja. Trus anda setelah diturunkan dari bis, anda hanya cukup berjalan kaki (100 meter) dan untuk tahu lokasinya, anda bisa tanya warga sekitar.

Daru Kota Surabaya: Naik bis jurusan Kediri atau Blitar tetapi yang lewat Pare (perlu diingat). Trus bilang ke kondekturnya turun Perempatan Tulungrejo / Mahesa. Dan setelah itu anda naik becak dengan hanya membayar 5-10 ribu. Murah kan… !!!! Untuk bis tadi anda cukup membayar 13-14 ribu dengan jarak tempuh normal 3 jam. Perlu dingat bahwa bis untuk yang lewat Pare tidak ada yang 24 jam, Terminal Utama (Kediri dan Surabaya) paling pagi dari jam 2-3 pagi dan terakhir kira-kira jam 7 malam. Tetapi jika anda naik sepeda motor maka anda keluar surabaya terus ambil jurusan Jombang trus dari Jombang belok kiri ke arah kota Pare.

Daru Kota Malang: Naik bis jurusan Kediri (perlu diingat). Trus bilang ke kondekturnya turun Perempatan Tulungrejo / Mahesa terus langkahnya sama seperti yang dari surabaya di atas… Untuk bayar Bis hanya 11-13 ribu saja…

Biaya kost:

Untuk tempat cos murah kok teman-teman hanya sekitar 40-100rb perbulan, tetapi jika menrut anda terlalu murah, teman-teman juga bisa tinggal hotel kok.. kebetulan Pare meskipun kota kecil tetapi banyak berdiri hotel (Tetap i bukan Hotel Plus lho 😛. Saran buat teman-teman, usahakan cari cos yang punya program khusus didalamnya, contoh: Engglish Area. Dijamin dech teman-teman lebih cepat meresap belajar bahasa inggrisnya :-D. Untuk makan menurutku masih sesuai sama tempatnya yang masih pedesaan jadi bisa dipastikan masih sangat murah. Sekitar 3-5 ribu saja… 🙂

ATM yang ada: untuk ATM, teman-teman jangan kuatir sebab banyak yang sudah ada. Misalnya: BRI, BNI, Bank Mandiri, Bank BCA, Bank Jatim, dll

Tempat Cangkrukan / Nongkrong: Taman/Perempatan Tugu Garuda (Ini yang paling dekat, jarak 300m), Taman Tamrin/Alun-Alun Pare (terkenal saat malam minggu & pagi hari saat kota Pare masih sepi-sepinya, jarak 2km), Masjid An-Nur (Masjid terbesar di Pare, jarak 1km), Candi Suruwuno dan Candi Tegowangi (Jarak 8-10km), Monumen SLG/ Simpang Lima Gumul (Monumen kebanggan kota Kediri, jarak 20km), dan masih banyak yang lainnya. Di Pare juga banyak berdiri Cafe yang pas banget buat ngobrol plus makan yang bemacam-macam makanannya dan yang pasti juga murah (sering dibuat juga pacaran dan ketemu teman-teman lama (seperti saya ketemuan sama teman-teman SMA saya + mantan juga. hehehehe :-P). Tetapi bagi teman-teman yang lagi bokek, maka anda bisa maen kerumahku…. ntar aku kasih makan gratis dech… (InsyaAllah jika ibu lagi masak 😛, jarak 1-2km).

Waduh…… kok tulisanku pada ngelantur gitu sampe lupa tujuan utama…..

Satu lagi tentang BEC, disini kehidupannya sangat sederhana jadi anda sekalian jangan terrlalu membayangkan yang terlalu tinggi. Tetapi menurut saya hal itulah yang membuat kota Pare (khususnya BEC) menjadi tidak Matre (Mata Duwitan/Gila Uang) dan tetap terkenal akan kesederhaannya sampai sekarang ini…

Ok lah teman-teman cukup sekian tulisan saya kali ini, saya minta maaf jika ada yang salah dan mohon commentnya untuk membenarkannnya.Untuk BEC itu sendiri silahkan anda klik disini untuk mengetahui lebih lanjut. Terima Kasih…

Alamsyah ^O^

Arek Pare Belajar Jadi Blogger

Me & Mylove in Parangtritis BeachTepat tadi setelah aku terbangun dari bangun tidur, entah kenapa tiba-tiba aku pengen banget untuk membuat tulisan diInternet / Blog. Maklumlah, sebagai sebagai anak yang punya pekerjaan sambilan sebagai operator warnet, masak setiap hari hanya 3 web wajib aja yg sering aku liat. Mulai dari

  1. mail.yahoo.co.id
  2. facebook.com
  3. kaskus.us

Lumayan tuk mengisi waktu luang. Hehe…

Oh ya ngomong2 kenalkan namaku : Sabut Alamsyah (Alam) dan yang jelas dari judul blogku diatas, aku berasal dari Pare yg merupakan kota kecil di Kediri, Jawa Timur atau aku yakin kalian lebih mengenal kotaku sebagai kota / kampung Bahas Inggris. Untuk lebih lanjut, di postingan selanjutnya….

mohon kritikannya sebab ini adalah postingan aku di blog tuk pertama kali.

Alamsyah ^O^