Posts Tagged ‘DIKTI’

Berani Mengambil Tantangan (Even Padang)

Kata-kata itulah yang terkadang tidak dimiliki oleh semua orang, kata-kata yang menyemangati di tiap segala tindakan dan keputusan yang dilakukan oleh anak UKM yang pemberani.

Contoh pertama :

—Agustus 2008— Saya ingat bener dulu saat ada “Student Exchange” kenegara2 ASEAN yang diadakan oleh DIKTI dan UHT juga ikut ambil untuk pertama kali terkhusus untuk anak UKM dan BEM. Ada perasaan takut, grogi, dan tidak percaya diri yang ada tiap mahasiswa yang akan ikut seleksi. Takut sebab berfikiran bermacam-macam ntar di luar negeri sana, takut akan test masuknya yang akan panjang dan berbelit-belit, takut jika nanti ikut ntar malah ganggu kuliah, takut jika ntar akan mengeluarkan uang pribadi jika kekurangan, takut jika nanti kena teroris jika di luar negeri sana, dan yang terakhir adalah takut jika nanti di luar negeri sana ada sesi dialog dengan orang bule yang tentunya harus pake bahasa inggris.

Perasaan takut itu ternyata jika dijalani dengan serius tapi tetap tenang ternyata dapat dilalui dengan mudah. Dan ternyata setelah dari sana, semua perasaan takut itu tidak terbukti. Malahan dapat uang saku yang lebih, pengalaman yang menakjubkan di luar negeri, tidak menggangu kuliah, dan lain2nya yang tidak dapat diungkapkan dengan kata2.

Contoh kedua :

—Mei 2010— Pagi2 itu ayub (ketua seguni) maen ke Kostku untuk membantunya membuat essay ttg “pertamina”. Padahal siangnya harus segera dikumpulkan sebab itu sudah batas waktunya dikumpulkan sbg syarat mengikuti pelatihan gratis di pertamina mewakili UHT. Perasaan takut dan malas sebenernya muncul, akan tetapi setelah dilalui dengan semangat, akhirnya selesai juga dan ayub pun diterima untuk mengikuti pelatihan di pertamina. Selama pelatihan, ayub tidur di Hotel 3 hari 2 malam, dapet kaos, dapat tas, dapat ilmu, dan dapat teman2 baru.

Contoh ketiga :

—Nopember 2007— Event “Nusantara Challenge” tingkat nasional di pasir Putih Situbondo yang kebetulan waktu itu Seguni kekurangan orang sebab banyak anak2 seguni yang lain yang lebih memilih kegiatan BEMnya. Bahkan saya (manager seguni) masih ingat benar kalo waktu itu sampe minta tolong ke orang bukan seguni gara2 orang yang berangkat ke sana kurang. Dengan perasaan takut, kita setengah hati berangkat ke sana. Akan tetapi, setelah dari sana, perasaan takut itu tidak terbukti. Sebab dengan tetap semangat berangkat akhirnya kita melalui dengan membawa tropi juara kedua yang terkadang tidak masuk akal sebab semua proses persiapannya mendadak dan bahkan tanpa persiapan.

Contoh keempat, kelima, keenam, dst.

Saya yakin masih banyak yang lain, yang tiap anak2 seguni berbeda-beda pengalamannya. Semua itu berawal karena kita “Berani Mengambil Tantangan”. Coba dengan tetap diam ditempat atau lebih mengedepankan ketakutannya, pasti yang bisa dipastikan adalah kita tidak akan mengalami semua tantangan tersebut.

Pesan :

Saya berharap kepada teman2 yang akan berangkat ke Padang (Juli 2010) untuk mengikuti event dayung internasional bisa mengambil pelajaran dari pesan2ku tersebut. Perasaan takut akan biaya disana ntar gimana, ntar naik apa kesana, makan apa disana, ntar pake uang siapa kesana, ntar lawannya kayak gimana sebab eventnya internasional, ntar kuliahnya gimana, dll. Ketakutan itu semua dibuang jauh-jauh. Berani mengambil tantangan adalah kuncinya. Waktu tidak bisa diputar ulang, selama tantangan itu ada, ambil dan rasakan kenikmatannya.

Wownet  10 Juni 2010   (04.03 – 04.49 pm)

Alamsyah ^O^