Posts Tagged ‘pulau sempu’

Inilah jalan2 seguni yg ter”UNIK” (Sempu Island)

Mendaki gunung…. Melewati lembah…. (Ninja hatoris song). Mungkin itulah lagu yang paling tepat saat liburan bersama seguni hari sabtu dan minggu kemaren (23-24 Mei 2010).

Pagi itu (Sabtu 23 Mei 2010) seguni telah siap-siap untuk jalan2nya ke Pulau Sempu. Pulau yang terkenal akan keindahan “Segoro Anakan” yang begitu jernih airnya dan masih alami. Pulau sempu ini termasuk dalam pulau konservasi sehingga tidak jarang kita temui hewan-hewan alami yang banyak berkeliaran. Hewan2 tersebut diantaranya…. Eitttss… kok malah bahas hewannya….

Oklah kalo begitu.. kita kembali ke topik bahasan utama….. pagi itu perjalanan kita mulai dari jam 08.30 WIB dan tiba di kota Malang tepatnya Arjosari jam 10.30 WIB. Disini seguni berhenti di tempat peminjaman alat2 camping untuk menyewa tenda. Setelah tenda selesai dipinjam, seguni melanjutkan perjalanan ke pulau sempu dengan melewati kota Turen. Perjalanan Malang – Sendang Biru (Sempu) ini ditempuh dengan perjalanan 3 jam karena medannya yang bergunung-gunung.

Setelah sampai di Sendang Biru kita harus bayar dulu dipintu masuknya. Waktu itu seguni ada 24 orang dengan membawa motor 12 unit cukup membayar Rp. 124.000,-. Sendang Biru ini merupakan pelabuhan untuk nelayan2 kecil yang mencari ikan, akan tetapi selain mencari ikan juga ada yang digunakan untuk transportasi penyeberangan ke Pulau2 terdekat, termasuk ke pulau sempu yang akan kita kunjungi. Di Sendang Biru, seguni tak lupa untuk parkir di rumah penduduk, ijin ke polisi hutannya mengingat daerah yang akan kunjungi termasuk daerah konservasi, dan membungkus makan siang sebab di pulau sempu tidak ada orang jualan.

Untuk menuju ke pulau sempu, seguni menyewa 2 buah perahu dan dibagi @12 orang. Selama perjalanan di atas perahu, kita disuguhkan oleh pemandangan pantai dan air yang berwarna biru jernih yang sangat indah. Setelah sampai di pulau sempu, kita tak lupa untuk memakan bungkusan yang kita beli tadi. Dan setelah makan, perjalanan di pulau sempu pun dimulai.

Belum ada seratus meter dari bibir pantai tempat kita diturunkan dari perahu tadi, kita sudah disuguhkan oleh jalan setapak yang becek akan lumpur dan bercampur batu karang yang tajam dan akar2 pohon yang tak kalah licinnya. Pertama-tama, kita (seguni) tidak terlalu mempermasalahkan mengingat dari keterangan polisi hutan tadi jaraknya cuma 2-3 km (lumayan deket kan). Detik demi detik berlalu, menit demi menit berlalu, dan akhirnya jam demi jam berlalu….

Disinilah hal paling seru dimulai. Tidak terasa perjalanan yang seharusnya cuma 2-3 km dilewati dengan mudahnya akan tetapi dalam kenyataannya kita lewati dengan perasaan marah dan jengkel bercampur jadi satu. Dimulai start jam 03.45 sore, dan waktu sudah menunjukkan jam 5 sore lebih akan tetapi ujung dari perjalanan ini belum2 terlihat. Kaki kita terasa sakit karena terkadang lumpur yang kita lalui tadi membuat kita terpeleset atau juga menginjak sesuatu yang tajam. Seluruh badan terasa kotor karena lumpur. Barang bawaan yang pertama-tama dirasakan ringan namun lama kelamaan terasa berat karena bercampur dengan capek. Dan yang lebih membuat kita terasa stress karena hari akan gelap dan kita bertemu anak2 dari kampus sebelah yang barusan dari “Segoro Anakan” dan bilang bahwa perjalanan kita masih setengahnya.

Apa !!!    setengahnya….

Setelah dipikir-pikir emang masuk akal jika masih lama, karena mungkin jarak 2-3 km itu diukur dari jarak garis lurus di peta dan perjalanan kita lama karena waktu itu masih sering hujan sehingga jalan yang dilalui menjadi becek dan berlumpur. Dan gelap pun tiba….

Bersambung…..

Wownet  25 Mei 2010   (05.42-06.40 am)

Alamsyah ^O^

Iklan