Posts Tagged ‘seguni’

Berani Mengambil Tantangan (Even Padang)

Kata-kata itulah yang terkadang tidak dimiliki oleh semua orang, kata-kata yang menyemangati di tiap segala tindakan dan keputusan yang dilakukan oleh anak UKM yang pemberani.

Contoh pertama :

—Agustus 2008— Saya ingat bener dulu saat ada “Student Exchange” kenegara2 ASEAN yang diadakan oleh DIKTI dan UHT juga ikut ambil untuk pertama kali terkhusus untuk anak UKM dan BEM. Ada perasaan takut, grogi, dan tidak percaya diri yang ada tiap mahasiswa yang akan ikut seleksi. Takut sebab berfikiran bermacam-macam ntar di luar negeri sana, takut akan test masuknya yang akan panjang dan berbelit-belit, takut jika nanti ikut ntar malah ganggu kuliah, takut jika ntar akan mengeluarkan uang pribadi jika kekurangan, takut jika nanti kena teroris jika di luar negeri sana, dan yang terakhir adalah takut jika nanti di luar negeri sana ada sesi dialog dengan orang bule yang tentunya harus pake bahasa inggris.

Perasaan takut itu ternyata jika dijalani dengan serius tapi tetap tenang ternyata dapat dilalui dengan mudah. Dan ternyata setelah dari sana, semua perasaan takut itu tidak terbukti. Malahan dapat uang saku yang lebih, pengalaman yang menakjubkan di luar negeri, tidak menggangu kuliah, dan lain2nya yang tidak dapat diungkapkan dengan kata2.

Contoh kedua :

—Mei 2010— Pagi2 itu ayub (ketua seguni) maen ke Kostku untuk membantunya membuat essay ttg “pertamina”. Padahal siangnya harus segera dikumpulkan sebab itu sudah batas waktunya dikumpulkan sbg syarat mengikuti pelatihan gratis di pertamina mewakili UHT. Perasaan takut dan malas sebenernya muncul, akan tetapi setelah dilalui dengan semangat, akhirnya selesai juga dan ayub pun diterima untuk mengikuti pelatihan di pertamina. Selama pelatihan, ayub tidur di Hotel 3 hari 2 malam, dapet kaos, dapat tas, dapat ilmu, dan dapat teman2 baru.

Contoh ketiga :

—Nopember 2007— Event “Nusantara Challenge” tingkat nasional di pasir Putih Situbondo yang kebetulan waktu itu Seguni kekurangan orang sebab banyak anak2 seguni yang lain yang lebih memilih kegiatan BEMnya. Bahkan saya (manager seguni) masih ingat benar kalo waktu itu sampe minta tolong ke orang bukan seguni gara2 orang yang berangkat ke sana kurang. Dengan perasaan takut, kita setengah hati berangkat ke sana. Akan tetapi, setelah dari sana, perasaan takut itu tidak terbukti. Sebab dengan tetap semangat berangkat akhirnya kita melalui dengan membawa tropi juara kedua yang terkadang tidak masuk akal sebab semua proses persiapannya mendadak dan bahkan tanpa persiapan.

Contoh keempat, kelima, keenam, dst.

Saya yakin masih banyak yang lain, yang tiap anak2 seguni berbeda-beda pengalamannya. Semua itu berawal karena kita “Berani Mengambil Tantangan”. Coba dengan tetap diam ditempat atau lebih mengedepankan ketakutannya, pasti yang bisa dipastikan adalah kita tidak akan mengalami semua tantangan tersebut.

Pesan :

Saya berharap kepada teman2 yang akan berangkat ke Padang (Juli 2010) untuk mengikuti event dayung internasional bisa mengambil pelajaran dari pesan2ku tersebut. Perasaan takut akan biaya disana ntar gimana, ntar naik apa kesana, makan apa disana, ntar pake uang siapa kesana, ntar lawannya kayak gimana sebab eventnya internasional, ntar kuliahnya gimana, dll. Ketakutan itu semua dibuang jauh-jauh. Berani mengambil tantangan adalah kuncinya. Waktu tidak bisa diputar ulang, selama tantangan itu ada, ambil dan rasakan kenikmatannya.

Wownet  10 Juni 2010   (04.03 – 04.49 pm)

Alamsyah ^O^

Iklan

Inilah jalan2 seguni yg ter”UNIK” (Sempu Island)

Mendaki gunung…. Melewati lembah…. (Ninja hatoris song). Mungkin itulah lagu yang paling tepat saat liburan bersama seguni hari sabtu dan minggu kemaren (23-24 Mei 2010).

Pagi itu (Sabtu 23 Mei 2010) seguni telah siap-siap untuk jalan2nya ke Pulau Sempu. Pulau yang terkenal akan keindahan “Segoro Anakan” yang begitu jernih airnya dan masih alami. Pulau sempu ini termasuk dalam pulau konservasi sehingga tidak jarang kita temui hewan-hewan alami yang banyak berkeliaran. Hewan2 tersebut diantaranya…. Eitttss… kok malah bahas hewannya….

Oklah kalo begitu.. kita kembali ke topik bahasan utama….. pagi itu perjalanan kita mulai dari jam 08.30 WIB dan tiba di kota Malang tepatnya Arjosari jam 10.30 WIB. Disini seguni berhenti di tempat peminjaman alat2 camping untuk menyewa tenda. Setelah tenda selesai dipinjam, seguni melanjutkan perjalanan ke pulau sempu dengan melewati kota Turen. Perjalanan Malang – Sendang Biru (Sempu) ini ditempuh dengan perjalanan 3 jam karena medannya yang bergunung-gunung.

Setelah sampai di Sendang Biru kita harus bayar dulu dipintu masuknya. Waktu itu seguni ada 24 orang dengan membawa motor 12 unit cukup membayar Rp. 124.000,-. Sendang Biru ini merupakan pelabuhan untuk nelayan2 kecil yang mencari ikan, akan tetapi selain mencari ikan juga ada yang digunakan untuk transportasi penyeberangan ke Pulau2 terdekat, termasuk ke pulau sempu yang akan kita kunjungi. Di Sendang Biru, seguni tak lupa untuk parkir di rumah penduduk, ijin ke polisi hutannya mengingat daerah yang akan kunjungi termasuk daerah konservasi, dan membungkus makan siang sebab di pulau sempu tidak ada orang jualan.

Untuk menuju ke pulau sempu, seguni menyewa 2 buah perahu dan dibagi @12 orang. Selama perjalanan di atas perahu, kita disuguhkan oleh pemandangan pantai dan air yang berwarna biru jernih yang sangat indah. Setelah sampai di pulau sempu, kita tak lupa untuk memakan bungkusan yang kita beli tadi. Dan setelah makan, perjalanan di pulau sempu pun dimulai.

Belum ada seratus meter dari bibir pantai tempat kita diturunkan dari perahu tadi, kita sudah disuguhkan oleh jalan setapak yang becek akan lumpur dan bercampur batu karang yang tajam dan akar2 pohon yang tak kalah licinnya. Pertama-tama, kita (seguni) tidak terlalu mempermasalahkan mengingat dari keterangan polisi hutan tadi jaraknya cuma 2-3 km (lumayan deket kan). Detik demi detik berlalu, menit demi menit berlalu, dan akhirnya jam demi jam berlalu….

Disinilah hal paling seru dimulai. Tidak terasa perjalanan yang seharusnya cuma 2-3 km dilewati dengan mudahnya akan tetapi dalam kenyataannya kita lewati dengan perasaan marah dan jengkel bercampur jadi satu. Dimulai start jam 03.45 sore, dan waktu sudah menunjukkan jam 5 sore lebih akan tetapi ujung dari perjalanan ini belum2 terlihat. Kaki kita terasa sakit karena terkadang lumpur yang kita lalui tadi membuat kita terpeleset atau juga menginjak sesuatu yang tajam. Seluruh badan terasa kotor karena lumpur. Barang bawaan yang pertama-tama dirasakan ringan namun lama kelamaan terasa berat karena bercampur dengan capek. Dan yang lebih membuat kita terasa stress karena hari akan gelap dan kita bertemu anak2 dari kampus sebelah yang barusan dari “Segoro Anakan” dan bilang bahwa perjalanan kita masih setengahnya.

Apa !!!    setengahnya….

Setelah dipikir-pikir emang masuk akal jika masih lama, karena mungkin jarak 2-3 km itu diukur dari jarak garis lurus di peta dan perjalanan kita lama karena waktu itu masih sering hujan sehingga jalan yang dilalui menjadi becek dan berlumpur. Dan gelap pun tiba….

Bersambung…..

Wownet  25 Mei 2010   (05.42-06.40 am)

Alamsyah ^O^

Seandainya…. seandainya… seandainya…

Tuntas sudah perjuangan seguni di hari kedua “Surabaya Walikota Cup” tahun ini. Tampak beberapa wajah penyesalan yang menjadi tanda tanya besar kenapa hal ini bisa terjadi….. bukan hanya atlet, cadangan, pelatih, akan tetapi seluruh anggota seguni yang baik senior, alumni, sopir, dan bahkan bapak Hindrajit yang meskipun tidak dapat mengikuti lomba dari hari pertama akan tetapi selalu memantau perkembangan kita (seguni) setiap waktu.

Setelah perjuangan di hari pertama (Sabtu 16 Mei 2010) kemarin dapat dilalui dengan mudah oleh seguni dengan kemenangan yang meninggalkan jauh lawan dibelakang. Ternyata hal yang ditakutkan di hari keduapun terjadi.

“Kalah”…

Kalau membahas kalah, saya yakin tidak ada satupun tim yang menginginkannya. Semua saling berupaya untuk menang. Banyak cara untuk supaya tim menang, ada yang selalu latihan latihan setiap hari entah itu siang ato sore, ada yang mendatangkan pelatih dari luar yang menurut mereka pantas untuk melatihnya, ada yang memberikan konsumsi yang bervariasi yang menumbuhkan rasa betah saat latihan, dan lain sebagainya.

Akan tetapi, bagaimana jika tiap masing2 tim telah melakukan hal yang sama seperti yang dilakukan di atas. Lalu apakah semua menang. Tentu jawabannya TIDAK. Even mana yang ada juara 1 sebanyak lebih dari 1 tim… pasti tidak ada kan…. Yang jelas pasti ada yang menang dan pasti ada yang kalah. Semua terselekasi dengan begitu “Apiknya” lewat sebuah pertandingan yang ternyata ada salah satu faktor yang didalamnya tidak disebutkan ada dalam latihan.

Saya yakin teman2 pasti tahu, pembicaraan ini mengarah kemana.

“MENTAL”

Dari 2 even yang terakhir diikuti seguni, saya lihat mentallah yang berbicara. Kenapa saya tidak membahas teknik yang salah, dayungan yang salah, bla bla bla…. Ha lah… bukan itu yang salah… lawong pas latihan saja bisa kompak dan bagus. Bener nggak!!! Selain itu  tolak ukur yang lain adalah “kalah tipis”… Sebab menurut saya jika kalah kita tipis maka hal yang paling menonjol adalah mental, kecuali jika kalah jauh maka tehnik dan kekuatan yang disalahkan.

Mari kita baca dan renungkan sejenak tulisan saya di atas, jika ada yang memberi komentar… halah mas Alam (saya) ini kritik tok isine, ndi sarane>>>>…. Silahkan, saya tidak akan marah… saya juga akan bersikap dewasa terhadap kritikan yang mengarah ke saya. Tetapi saya juga berharap kalian juga melakukan hal yang sama seperti yang saya lakukan…

Ok-lah, berikut saran dari saya. Mental itu butuh proses… ibarat sebuah pohon yang jika ingin cepet dewasa maka butuh “pupuk” dan “waktu”. Dua kata kunci barusan yaitu “pupuk” dan “waktu” adalah jawabannya. Dari sekian banyak latihan yang hampir setiap hari kita lakukan itulah yang dinamakan “pupuk”, sedangkan “waktu” inilah yang akan mengasah “mental” kalian untuk menjadi semakin lebih baik. Jadi semakin banyak even yang akan kalian ikuti, dengan seiringnya “waktu” tersebut maka “mental” kalian juga akan terasah dengan sendirinya.

Sekian kata-kata dari saya, perjalanan kalian di Seguni masih panjang…. Masih banyak even2 seru yang lain yang masih dapat kalian ikuti dan dimenangkan… Waktu tidak dapat kita ulang, jika sudah semester tua (saya, jay, aziz, hani, agung, dll) atau bahkan alumni (Mas John) maka kesibukan akan bertambah dan fokus ke hal yang lain. Jadi mumpung kalian masih muda cetaklah prestasi dan cetaklah banyak kenangan kebahagiaan dan kekeluargaan yang kita dapatkan dari salah satu UKM yang besar yaitu SEGUNI. Saya mendapatkan hal tersebut dari seguni dan mempersembahkannya ke Seguni…

SEGUNI 3 kali

Wownet  17 Mei 2010   (05.26-06.30 am)

Alamsyah ^O^

SDBR (Seguni Dragon Boat race)

UKM Dayung Seguni Universitas Hang Tuah Surabaya

My best memories of seguni: Hang Tuah University Maritime Fun Game and Seguni Dragon Boat Race…..

iya…

2 (dua) even yang baru saya sebutkan itulah merupakan even kebanggaan seguni yang selalu dan selalu ditunggu oleh saya dan secara umum untuk seluruh anggota seguni yang lainnya… banyak hal yang selalu membuat perasaan saya kangen dan perasaan tuk terus memberikan even – even yang terbaik dan mengalami peningkatan kualitas dalam segala aspek penunjang didalamnya.

Saya masih inget bener, dulu pertama kali berdiri even SDBR (Seguni Dragon Boat Race) tahun 2006 mulai diadakan. Banyak sekali kekurangan yang dimana kekurangan tersebut menurutku sangat-sangat fatal. Akan tetapi yang membuat saya heran adalah jiwa semangat dari senior seguni yang sangat dan sangat mengenyampingkan bahkan sangat menyepelekan hal tersebut. Mulai dari keuangan yang tipis, sponsor yang kurang maksimal, konsep acara yang kurang terarah, jumlah personil yang kurang, teknik perlengkapan yang amburadul dan yang paling penting adalah “kebondo-nekatan” dari senior.

Dari semua kekurangan tersebut, merupakan ketakutan terbesar dan yang jelas nantinya pasti akan timbul suatu konflik yang dapat membuat kekurangan yang telah saya sebutkan di atas menjadi berlipat-lipat. Akan tetapi apa yang timbul selanjutnya lah yang membuat saya terheran-heran, sebab semua kekurangan tersebut seolah-seolah hilang tersapu angin, tersapu oleh angin yang dimana angin tersebut tercipta oleh “kebondo-nekatan” dari senior2 yang membuat kami para junior bangga.

Hari bulan tahunpun berlalu, even penyelenggaraan SDBR yang ke-2 bergulir. Saya masih ingat, di tahun ini menurut saya murni mulai dari persiapan, kita anak2 angkatan 2005 seperti dibuat mandiri dan dipercayakan 100% dari senior tuk bertanggung jawab penuh atas terselenggarakannya even ini. Banyak hal yang membuat kita (angkatan 2005) bersemangat tuk segera bergulirnya hari H yang paling ditunggu. Dari awal kepercayaan yang telah diberikan oleh senior telah membuat kita menjadi kuat dan bersemangat sebab kita tinggal copy-paste konsep acara dari kegiatan SDBR pertama yang telah senior ajarkan.

Hahaha… mungkin kata-kata copy paste acara diatas bagi yang tidak tahu pasti akan mengira seperti kita tinggal klik kanan terus klik copy lalu tinggal kita pilih lagi terus klik paste….. wkwkwkwkk… yang jelas tidak semudah itulah…. Banyak faktor2 penunjang yang membuat acara copy-paste diatas menjadi rumit, berliku-liku, stress, dll…. Akan tetapi, bagaimana agar yang rumit dan berliku-liku tadi menjadi mudah…. Bagi kita cukup satu: yaitu disetiap tanggung jawab yang diberikan harus dilakukan pengcopy-pastean “spirit mencintai seguni” yang telah senior ajarkan.

Saya yakin 2 (dua) hal tersebut yaitu “kebondo-nekatan” dan “spirit mencintai seguni” pasti ada dalam jiwa setiap anak seguni. Sekarang permasalahannya adalah dari anak seguni itu sendiri yang terkadang lupa bahwa mereka mempunyai kedua kunci tersebut di jiwa mereka.

Seguni telah mengajarkan dan memberikan saya banyak hal, mulai dari yang dulunya pemalas sekarang menjadi seneng olahraga (hehehe :p dulu), pendiam sekarang pintar ngomong, dari yang tidak terlalu tahu surat-menyurat sekarang tahu, dari yang sedikit teman sekarang banyak teman, dsb. Hal-hal barusanlah yang menjadi tolak ukur bahwa kita mempunyai “kebondo-nekatan” dan “spirit mencintai seguni” tersebut.

Saya telah mengalaminya dan saya juga berharap para seguners yang lain juga mengalami keindahan2 yang telah saya dapatkan. Keindahan yang tidak berorientasi pada uang, akan tetapi berorientasi kepada rasa memuaskan diri sendiri, memuaskan senior, dan memuaskan junior  dan yang menjadikan mereka bangga bahwa kita telah ada dan telah menjadi bagian dari perjalanan suatu UKM yang besar. My lovely SEGUNI.. that’s all…

Wownet  09 April 2010   (00.20-01.41 am)

Alamsyah ^O^

Dan akhirnya diapun tersenyum, setelah diWISUDA

Entah kenapa perasaan itu tambah waktu tambah berdebar… perasaan yang seharusnya bukan terjadi pada aku tetapi seharusnya terjadi pada dia… Dialah cahayaku, orang yang sejak kecil selalu menjadi teman bertengkarku, teman yang selalu menjadi tempat bercurhatku, teman yang selalu menjadi tempat berlindungku.. Dialah mbakku… Ainus Shofa Sani, SHI

Aku-Ibu-Mbak-Zaki-Lek Sul-Firdaus

Perasaan ini berdebar ketika waktu itu aku diharuskan untuk mengikuti undangan sebagai tamu wisudawan mbakku tercinta itu. Rasa senang yang berjuta-juta kali lipatnya berada didadakupun yang tak bisa terbendung.

Lek Imron-Bulek Muna-Mbak-Ibu-Firdaus

Perjalanan waktu itu aku tempuh malam hari… perjalanan ke Kota Reog (Ponorogo) tempat dia menuntut ilmu S1 nya. Tepat satu tahun ini, dia bela-belain untuk kerja sambil kuliah…. Meskipun dengan uang pas-pasan dan jarak yang jauh dari tempat dia bekerja (Krian-Sidoarjo) dia akhirnya tetap bisa untuk menyelesaikan studinya. Hal itulah yang selalu memberiku Inspirasi dan semangat yang membuatku tetap semangat untuk menyelesaikan Studyku di kampus laut biru ini dengan penuh keterbatasan.. Suatu keterbatasan yang seharusnya tidak perlu terjadi jika keegoisan yang terjadi pada mereka. Tapi untungnya salah satu cahayaku yang selalu menyinariku di sepanjang tapak kakiku melangkah selalu hadir. Thanks mbakku 😀

Ok.. kembali lagi ke acara wisuda.. pagi itu yang hadir di acara wisuda mbakku ada aku, adikku Zaki, Ibuku tersayang, Pak Lek Sulkan & Firdaus (my cousin), Pak Lek Imron dan Bulek Muna yang dimana mereka berdua adalah saudaraku dari Ibu yang menampung mbakku di Ponorogo dan menurut aku menampung itu bukan sekedarnya akan tetapi plus2 yang membuat mbakku betah kuliah disana karena dianggap sebagai anak sendiri oleh mereka berdua. Dan untuk Pak Lek Sulkan ini adalah seseorang yang ketika mbakku kerja di Krian, dia ditampung di sana dan dicarikan kerja disana.

Ada sesuatu yang terkadang harus aku ikuti dari pak lek dan bulek di atas, mereka semua membantu selalu tanpa pamrih.. Aku ingat banget saat mbak cerita bahwa wisuda ini sungguh sangat tak terlepas dari bantuan mereka… Ada banyaaaa…..k banget yang itu berupa materi maupun semangat yang layaknya orang tua ke anak. Sungguh beruntung aku punya saudara seperti mereka 😀

Di acara wisuda itu, dari sekian tamu VIP undangan menurutku aku ada satu yang menarik yaitu Bpk Wakil Gubernur Jawa Timur… Kebetulan dia datang di acara tersebut sebagai tamu penting. Ngomong2 soal pondok pesantren ini (Pondok Pesantren Wali Songo, Ngabar, Ponorogo) dibangun sudah berpuluh2 tahun yang lalu… jadi lumayan terkenal sehingga banyak pejabat yang mau mampir ke tempat ini. Aku bisa bilang begini sebab aku meskipun jarang2 main ke kota ini dan khususnya ke Rumah Pak Lek (Pondok Pesantren ini) kira2 sudah 2 pejabat penting yang aku tidak pernah ketemu di kantornya di Surabaya akan tetapi malah di sini di Kota Reog. Dan dari kedua pejabat itu adalah sama2 wakil Gubernur Jawa Timur di 2 periode yang berbeda. Dulu Bpk Soenarjo (beliau kebetulan mengadakan wayang kulit di sini dan beliau sebagai dalangnya) dan sekarang Bpk Syaifullah Yusuf (beliau tamu undangan Wisuda). Beruntung banget aku dapat ketemu orang penting ini 😀

Acara wisuda di Institut ini menurutku dikemas dengan cukup sederhana, akan tetapi dalam kesederhanaan tersebut tetap dibalut akan kualitas… bayangin saja seorang wakil gubernur mau singgah ke acara wisuda ini…

Setelah acara widusa tsb, mbak nggak pengen keburu-buru tuk meninggalkan acara tsb. Dia tetap di gedung tuk mengambil banyaaaaakkkkk banget foto2 ma teman2, sama aku, Pak lek, Ibu, dll yang dia kenal di gedung tersebut…

Setelah acara foto2 selesai kita langsung balik kerumah Pak Lek yang kebetulan rumahnya nggak jauh dari dari tempat wisuda. Kembali lagi ke rumah menurutku seperti kayak tinggal di rumah sendiri.. orang rumah sini selalu membuat tamu2 yang singgah kesini dan khususnya cowok untuk tidak boleh mencampuri segala kesibukan yang ada di dapur… Pokoknya aku beruntung sangat atas peraturan ini. Peraturan yang menjadikan seorang cowok layak seorang raja 😀 Thanks Bulek muna

Aku di sana hanya menginap satu hari. Esok hari langsung pulang.. kebetulan adik sama ibu ke pare dan aku ma mbak ke arah surabaya mengingat besok mbak juga sudah masuk kerja lagi dan termasuk aku.. Ternyata bis yang digunakan waktu itu AC “Restu Jaya” akan tetapi meskipun AC tetap memakai tarif normal.. Ponorogo – Surabaya membutuhkan waktu 5 jam… untuk mbak yang turun di Krian selisih lebih cepat 1 jam… Ada 1 keheranan yang ada dibenakku… Jadi selama hampir satu tahun ini mbak mengurus skripsi sambil kerja.. bolak – balik ponorogo krian ternyata membutuhkan waktu yang lama…. Hmmmm kalau aku entah bisa kuat atau nggak ya… emang mbak ku satu ini “WONDER WOMAN” Salut aku 😀

Saat di dalam bis ini, aku duduknya bersampingan ma mbak jadi ya kita saat selama diperjalanan ngobrol tentang aku dan tentang dia… ada 2 pokok bahasan yang menurutku sangat mendalam… Yang pertama yaitu ternyata kita sama2 kepingin merantau.. adi mbak meskipun sudah kerja akan tetapi dia nggak pengen berhenti sampai disitu saja.. BERJUANG… Dan untuk yang yang kedua ini menurutku sangat memberi tamparan keras dan sekaligus penyemangat ke aku… Aku disuruh cepat2 lulus agar keuangan yang dikelola mbak dapat mengalir ke saudara2 yang lain yaitu adik Zaki yang kebetulan dia nggak kuliah akan tetapi dia lebih memilih langsung kerja setelah lulus SMA. Hal inilah yang menurutku menjadi lebih bersemangat agar apa yang di usulkan mbak dan yang menjadikan semua anggota keluarga minimal Sarjana semua….

Setelah turun di Krian.. aku sendirian & tidak ada teman ngobrol.. disaat itulah aku mulai mencerna apa yang telah kita obrolkan tadi selama di bis.. Aku juga merasa bersalah atas kemoloranku atas studyku ini… akan tetapi aku tetap semangat dan tetap punya semangat untuk memrencanakan kembali semuanya.. Lagian aku molor tetapi banyak kenangan dan pengalaman yang membuatku menjadi lebih dewasa lebih dari sekedar lulusan ST (Sarjana Teknik)

Kenangan itu aku dapat dari UKM yang telah membesarkanku… UKM yang telah memberiku banyak rintangan… UKM yang telah membawaku kemana-mana bahkan membawaku ketempat yang aku yakin tidak semua orang ke sana (Luar Negeri).. UKM SEGUNI.

Selamat mbak atas wisudamu.. menurutku mbak memberiku banyak inspirasi yang selalu membuatku tetap bertahan atas semua terpaan cobaan yang didapat oleh aku dan keluarga kita… I Love U my sista

Alamsyah ^O^

dr. Alam, Sp.L.

Hahaha…. 😀 Mungkin bagi temen2 pada heran akan judul di atas…. Tapi jangan berprasangka aneh dahulu… Tulisan di atas saya peroleh dari sms salah satu sahabat saya di Seguni.

Iya!!! namanya hani, dia salah satu teman baik saya di kampus dan terutama di UKMku tercinta yaitu Seguni. Sms ini berawal saat temenku tsb tiba2 sms dan di dalam smsnya mengatakan bahwa ada masalah besar dan saya diharapkan untuk ke basecamp (UKM Seguni). Sebagai teman yang baik, saya langsung membalas (padahal dipikiran saya sempat terpintas, halah paling ini aku dikerjain): “Emang ada pa, han?” Trus temenku tsb membalas: “Itu lho laptopku rusak lagi mungkin ada virusnya kali”. Ketika membaca sms itu langsung aku tertawa, hahaha aku kirain ada apa. Namanya juga cewek, kalau ada apa2 dgn laptopnya mesti salah tingkah dan takut banget. Terus aku membalas: “ketemuan di UKM aja jam … hari ….” Trus dia membalas lagi: “Iya bpk dr. Alam, Sp.L. hehehe 😛”…

Dengan membaca sms singkat ini, aku langsung terbingung … maksudnya apa SpL itu ….

Eh ternyata…. SpL itu adalah Spesialis Laptop. Sebutan ini dia anugerahkan sebab tiap kali ada kerusakan di Laptopnya, dia selalu minta tolong untuk betulin…

Hahahahaaa jadi geli tiap kali denger sebutan ini 😀

Saran buat temen2ku khususnya buat temen2ku yang komputer atau laptopnya sering bgt aku benerin saat kena virus, berikut adalah kiat2 agar komputer tidak sampai rusak parah saat virus melanda:

  1. Sering Update anti virus.
  2. Scan dulu flashdisk yang masuk.
  3. Dan yang lebih penting lagi adalah agar mengetahui tanda2 jika laptop kena virus, karena virus bisa dibunuh dan tidak akan sampai merusak sistem komputer jika kita bisa mengetahui atau mendeteksi sejak dini. Tanda2 tersebut bisa temen2 liat disini.

Alamsyah ^O^