Posts Tagged ‘Universitas Hang Tuah’

Seandainya…. seandainya… seandainya…

Tuntas sudah perjuangan seguni di hari kedua “Surabaya Walikota Cup” tahun ini. Tampak beberapa wajah penyesalan yang menjadi tanda tanya besar kenapa hal ini bisa terjadi….. bukan hanya atlet, cadangan, pelatih, akan tetapi seluruh anggota seguni yang baik senior, alumni, sopir, dan bahkan bapak Hindrajit yang meskipun tidak dapat mengikuti lomba dari hari pertama akan tetapi selalu memantau perkembangan kita (seguni) setiap waktu.

Setelah perjuangan di hari pertama (Sabtu 16 Mei 2010) kemarin dapat dilalui dengan mudah oleh seguni dengan kemenangan yang meninggalkan jauh lawan dibelakang. Ternyata hal yang ditakutkan di hari keduapun terjadi.

“Kalah”…

Kalau membahas kalah, saya yakin tidak ada satupun tim yang menginginkannya. Semua saling berupaya untuk menang. Banyak cara untuk supaya tim menang, ada yang selalu latihan latihan setiap hari entah itu siang ato sore, ada yang mendatangkan pelatih dari luar yang menurut mereka pantas untuk melatihnya, ada yang memberikan konsumsi yang bervariasi yang menumbuhkan rasa betah saat latihan, dan lain sebagainya.

Akan tetapi, bagaimana jika tiap masing2 tim telah melakukan hal yang sama seperti yang dilakukan di atas. Lalu apakah semua menang. Tentu jawabannya TIDAK. Even mana yang ada juara 1 sebanyak lebih dari 1 tim… pasti tidak ada kan…. Yang jelas pasti ada yang menang dan pasti ada yang kalah. Semua terselekasi dengan begitu “Apiknya” lewat sebuah pertandingan yang ternyata ada salah satu faktor yang didalamnya tidak disebutkan ada dalam latihan.

Saya yakin teman2 pasti tahu, pembicaraan ini mengarah kemana.

“MENTAL”

Dari 2 even yang terakhir diikuti seguni, saya lihat mentallah yang berbicara. Kenapa saya tidak membahas teknik yang salah, dayungan yang salah, bla bla bla…. Ha lah… bukan itu yang salah… lawong pas latihan saja bisa kompak dan bagus. Bener nggak!!! Selain itu  tolak ukur yang lain adalah “kalah tipis”… Sebab menurut saya jika kalah kita tipis maka hal yang paling menonjol adalah mental, kecuali jika kalah jauh maka tehnik dan kekuatan yang disalahkan.

Mari kita baca dan renungkan sejenak tulisan saya di atas, jika ada yang memberi komentar… halah mas Alam (saya) ini kritik tok isine, ndi sarane>>>>…. Silahkan, saya tidak akan marah… saya juga akan bersikap dewasa terhadap kritikan yang mengarah ke saya. Tetapi saya juga berharap kalian juga melakukan hal yang sama seperti yang saya lakukan…

Ok-lah, berikut saran dari saya. Mental itu butuh proses… ibarat sebuah pohon yang jika ingin cepet dewasa maka butuh “pupuk” dan “waktu”. Dua kata kunci barusan yaitu “pupuk” dan “waktu” adalah jawabannya. Dari sekian banyak latihan yang hampir setiap hari kita lakukan itulah yang dinamakan “pupuk”, sedangkan “waktu” inilah yang akan mengasah “mental” kalian untuk menjadi semakin lebih baik. Jadi semakin banyak even yang akan kalian ikuti, dengan seiringnya “waktu” tersebut maka “mental” kalian juga akan terasah dengan sendirinya.

Sekian kata-kata dari saya, perjalanan kalian di Seguni masih panjang…. Masih banyak even2 seru yang lain yang masih dapat kalian ikuti dan dimenangkan… Waktu tidak dapat kita ulang, jika sudah semester tua (saya, jay, aziz, hani, agung, dll) atau bahkan alumni (Mas John) maka kesibukan akan bertambah dan fokus ke hal yang lain. Jadi mumpung kalian masih muda cetaklah prestasi dan cetaklah banyak kenangan kebahagiaan dan kekeluargaan yang kita dapatkan dari salah satu UKM yang besar yaitu SEGUNI. Saya mendapatkan hal tersebut dari seguni dan mempersembahkannya ke Seguni…

SEGUNI 3 kali

Wownet  17 Mei 2010   (05.26-06.30 am)

Alamsyah ^O^

SDBR (Seguni Dragon Boat race)

UKM Dayung Seguni Universitas Hang Tuah Surabaya

My best memories of seguni: Hang Tuah University Maritime Fun Game and Seguni Dragon Boat Race…..

iya…

2 (dua) even yang baru saya sebutkan itulah merupakan even kebanggaan seguni yang selalu dan selalu ditunggu oleh saya dan secara umum untuk seluruh anggota seguni yang lainnya… banyak hal yang selalu membuat perasaan saya kangen dan perasaan tuk terus memberikan even – even yang terbaik dan mengalami peningkatan kualitas dalam segala aspek penunjang didalamnya.

Saya masih inget bener, dulu pertama kali berdiri even SDBR (Seguni Dragon Boat Race) tahun 2006 mulai diadakan. Banyak sekali kekurangan yang dimana kekurangan tersebut menurutku sangat-sangat fatal. Akan tetapi yang membuat saya heran adalah jiwa semangat dari senior seguni yang sangat dan sangat mengenyampingkan bahkan sangat menyepelekan hal tersebut. Mulai dari keuangan yang tipis, sponsor yang kurang maksimal, konsep acara yang kurang terarah, jumlah personil yang kurang, teknik perlengkapan yang amburadul dan yang paling penting adalah “kebondo-nekatan” dari senior.

Dari semua kekurangan tersebut, merupakan ketakutan terbesar dan yang jelas nantinya pasti akan timbul suatu konflik yang dapat membuat kekurangan yang telah saya sebutkan di atas menjadi berlipat-lipat. Akan tetapi apa yang timbul selanjutnya lah yang membuat saya terheran-heran, sebab semua kekurangan tersebut seolah-seolah hilang tersapu angin, tersapu oleh angin yang dimana angin tersebut tercipta oleh “kebondo-nekatan” dari senior2 yang membuat kami para junior bangga.

Hari bulan tahunpun berlalu, even penyelenggaraan SDBR yang ke-2 bergulir. Saya masih ingat, di tahun ini menurut saya murni mulai dari persiapan, kita anak2 angkatan 2005 seperti dibuat mandiri dan dipercayakan 100% dari senior tuk bertanggung jawab penuh atas terselenggarakannya even ini. Banyak hal yang membuat kita (angkatan 2005) bersemangat tuk segera bergulirnya hari H yang paling ditunggu. Dari awal kepercayaan yang telah diberikan oleh senior telah membuat kita menjadi kuat dan bersemangat sebab kita tinggal copy-paste konsep acara dari kegiatan SDBR pertama yang telah senior ajarkan.

Hahaha… mungkin kata-kata copy paste acara diatas bagi yang tidak tahu pasti akan mengira seperti kita tinggal klik kanan terus klik copy lalu tinggal kita pilih lagi terus klik paste….. wkwkwkwkk… yang jelas tidak semudah itulah…. Banyak faktor2 penunjang yang membuat acara copy-paste diatas menjadi rumit, berliku-liku, stress, dll…. Akan tetapi, bagaimana agar yang rumit dan berliku-liku tadi menjadi mudah…. Bagi kita cukup satu: yaitu disetiap tanggung jawab yang diberikan harus dilakukan pengcopy-pastean “spirit mencintai seguni” yang telah senior ajarkan.

Saya yakin 2 (dua) hal tersebut yaitu “kebondo-nekatan” dan “spirit mencintai seguni” pasti ada dalam jiwa setiap anak seguni. Sekarang permasalahannya adalah dari anak seguni itu sendiri yang terkadang lupa bahwa mereka mempunyai kedua kunci tersebut di jiwa mereka.

Seguni telah mengajarkan dan memberikan saya banyak hal, mulai dari yang dulunya pemalas sekarang menjadi seneng olahraga (hehehe :p dulu), pendiam sekarang pintar ngomong, dari yang tidak terlalu tahu surat-menyurat sekarang tahu, dari yang sedikit teman sekarang banyak teman, dsb. Hal-hal barusanlah yang menjadi tolak ukur bahwa kita mempunyai “kebondo-nekatan” dan “spirit mencintai seguni” tersebut.

Saya telah mengalaminya dan saya juga berharap para seguners yang lain juga mengalami keindahan2 yang telah saya dapatkan. Keindahan yang tidak berorientasi pada uang, akan tetapi berorientasi kepada rasa memuaskan diri sendiri, memuaskan senior, dan memuaskan junior  dan yang menjadikan mereka bangga bahwa kita telah ada dan telah menjadi bagian dari perjalanan suatu UKM yang besar. My lovely SEGUNI.. that’s all…

Wownet  09 April 2010   (00.20-01.41 am)

Alamsyah ^O^

BEC (Mr Kalend)

Nama Mr. atau Pak Kalend mungkin bagi kita mahasiswa yang kursus di Pare terutama bagi mereka yang bener – bener asli Pare saya yakin semua pada kenal. Dia merupakan pioner yang menyebabkan kenapa kota kecilku ini (Pare) menjadi terkenal akan bahasa inggrisnya. Lelaki kelahiran Kutai, 20 Februari 1945 ini pertama kali yang mendirikan tempat kursusan di Pare dengan nama BEC (Basic Engglish Course). BEC ini berlokasi di Jalan Anyelir,  Singgahan, Pare dan berdiri sejak 1977.

Ada 3 alternatif Perjalanan:

Dari Kota Kediri: Anda naik bus dengan jurusan surabaya tetapi yang lewat Pare (perlu diingat) trus ntar bilang ke kondekturnya turun BEC (Pare) jaraknya kira – kira 30 km dengan jarak tempuh normal 30 menit dengan membayar hanya 3 ribu saja. Trus anda setelah diturunkan dari bis, anda hanya cukup berjalan kaki (100 meter) dan untuk tahu lokasinya, anda bisa tanya warga sekitar.

Daru Kota Surabaya: Naik bis jurusan Kediri atau Blitar tetapi yang lewat Pare (perlu diingat). Trus bilang ke kondekturnya turun Perempatan Tulungrejo / Mahesa. Dan setelah itu anda naik becak dengan hanya membayar 5-10 ribu. Murah kan… !!!! Untuk bis tadi anda cukup membayar 13-14 ribu dengan jarak tempuh normal 3 jam. Perlu dingat bahwa bis untuk yang lewat Pare tidak ada yang 24 jam, Terminal Utama (Kediri dan Surabaya) paling pagi dari jam 2-3 pagi dan terakhir kira-kira jam 7 malam. Tetapi jika anda naik sepeda motor maka anda keluar surabaya terus ambil jurusan Jombang trus dari Jombang belok kiri ke arah kota Pare.

Daru Kota Malang: Naik bis jurusan Kediri (perlu diingat). Trus bilang ke kondekturnya turun Perempatan Tulungrejo / Mahesa terus langkahnya sama seperti yang dari surabaya di atas… Untuk bayar Bis hanya 11-13 ribu saja…

Biaya kost:

Untuk tempat cos murah kok teman-teman hanya sekitar 40-100rb perbulan, tetapi jika menrut anda terlalu murah, teman-teman juga bisa tinggal hotel kok.. kebetulan Pare meskipun kota kecil tetapi banyak berdiri hotel (Tetap i bukan Hotel Plus lho 😛. Saran buat teman-teman, usahakan cari cos yang punya program khusus didalamnya, contoh: Engglish Area. Dijamin dech teman-teman lebih cepat meresap belajar bahasa inggrisnya :-D. Untuk makan menurutku masih sesuai sama tempatnya yang masih pedesaan jadi bisa dipastikan masih sangat murah. Sekitar 3-5 ribu saja… 🙂

ATM yang ada: untuk ATM, teman-teman jangan kuatir sebab banyak yang sudah ada. Misalnya: BRI, BNI, Bank Mandiri, Bank BCA, Bank Jatim, dll

Tempat Cangkrukan / Nongkrong: Taman/Perempatan Tugu Garuda (Ini yang paling dekat, jarak 300m), Taman Tamrin/Alun-Alun Pare (terkenal saat malam minggu & pagi hari saat kota Pare masih sepi-sepinya, jarak 2km), Masjid An-Nur (Masjid terbesar di Pare, jarak 1km), Candi Suruwuno dan Candi Tegowangi (Jarak 8-10km), Monumen SLG/ Simpang Lima Gumul (Monumen kebanggan kota Kediri, jarak 20km), dan masih banyak yang lainnya. Di Pare juga banyak berdiri Cafe yang pas banget buat ngobrol plus makan yang bemacam-macam makanannya dan yang pasti juga murah (sering dibuat juga pacaran dan ketemu teman-teman lama (seperti saya ketemuan sama teman-teman SMA saya + mantan juga. hehehehe :-P). Tetapi bagi teman-teman yang lagi bokek, maka anda bisa maen kerumahku…. ntar aku kasih makan gratis dech… (InsyaAllah jika ibu lagi masak 😛, jarak 1-2km).

Waduh…… kok tulisanku pada ngelantur gitu sampe lupa tujuan utama…..

Satu lagi tentang BEC, disini kehidupannya sangat sederhana jadi anda sekalian jangan terrlalu membayangkan yang terlalu tinggi. Tetapi menurut saya hal itulah yang membuat kota Pare (khususnya BEC) menjadi tidak Matre (Mata Duwitan/Gila Uang) dan tetap terkenal akan kesederhaannya sampai sekarang ini…

Ok lah teman-teman cukup sekian tulisan saya kali ini, saya minta maaf jika ada yang salah dan mohon commentnya untuk membenarkannnya.Untuk BEC itu sendiri silahkan anda klik disini untuk mengetahui lebih lanjut. Terima Kasih…

Alamsyah ^O^